Seorang muslim waspada terhadap berbangga diri (ujub) serta keterpedayaan dan bersungguh-sungguh agar keduanya jangan sampai menjadi sifatnya dalam kondisi bagaimana pun, karena keduanya penghalang terbesar untuk mencapai kesempurnaan. Berapa banyak kekuatan yang dilumpuhkan menjadi kelemahan, maka cukuplah keduanya sebagai penyakit yang berbahaya.
Rasulullah SAW bersabda :"Tiga perkara yang menghancurkan: (1) Kikir yang diperturutkan, (2) Hawa nafsu yang diikuti dan (3) kebanggaan seseorang pada pendapat (akal) dirinya, maka jagalah diri-mu
"orang yang cerdas adalah yang menekan nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian. Orang dungu adalah yang mengikuti hawa nafsunya dan mengangankan kepada Allah berbagai angan-angan angan-angan (HR.at-Tirmidzi 2459)
Contoh:
Pertama : Iblis laknatullah membanggakan kedudukannya, tertipu oleh dirinya sendiri dan asal kejadian dirinya, ia berkata, :"Engkau jadikan aku dari api, sedangkan dia dari tanah" Maka Allah menjauhkan dan mengusirnya dari rahmatNya dan dari kesenangan di hadirat kesucian-Nya.
Kedua; Kaum 'Ad merasa bangga dengan kekuatannya, tertipu oleh kerajaannya, mereka berkata, "Siapa yang lebih kuat dari kita?" Maka Allah menimpakan adzab yang menghinakan di dalam kehidupan dunia dan akhirat
Ketiga : Nabi Sulaiman AS lupa kemudian bersabda, "Malam ini aku akan menggilir seratus permaisuriku dan masing-masing akan melahirkan seorang pejuang di jalan Allah. Beliau AS terlupa tidak mengucapkan "insya Allah" maka Allah menggagalkan beliau dari harapan memiliki anak itu. (Lihat al-Bukhari:6720)
Keempat: Para sahabat Rasulullah SAW pada perang Hunain merasa bangga karena banyaknya jumlah pasukan mereka saat itu, mereka mengatakan, "Hari ini kita tidak akan di kalahkan oleh pasukan yang jumlahnya sedikit." Kemudian mereka diserang secara bertubi-tubi sampai terdesak, posisi mereka sempit di bumi yang luas, kemudian mereka lari terbirit-birit dan kocar-kacir.
Minggu, 14 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar