Senin, 02 Agustus 2010

Keutamaan hari Jum'at

(1) Keutamaan dan Keberkahan Hari Jum'at. Hari jum'at adalah hari yang paling utama dalam seminggu. Ia adalah hari yang diberkahi, yang dengannya Allah SWT mengistimewakan kaum Muslimin diantara ummat-ummat yang lainnya.

Dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi SAW bersabda "sebaik-baik hari yang diterangi oleh Matahari adalah hari jum'at. Pada hari itu, Adam diciptakan. Pada hari itu, Adam dimasukkan kedalam Surga. Pada hari itu, Adam dikeluarkan dari Surga. Dan, hari kiamat itu tidak terjadi kecuali pada hari jum'at (Shahiih Muslim II/585) 

(2)  Adanya satu waktu mustajabab (dikabulkannya do'a) Dalam kitab shahiihul Bukhaari san shahiih Muslim disebutkan dari Abu Hurairah RA: " Rasulullah SAW menyebutkan (salah satu keutamaan) hari jum'at, lalu bersabda: "Didalamnya terdapat satu waktu, tidaklah seorang hamba muslim bertepatan dengan waktu tersebut sedang ia tengah berdiri melaksanakan shalat sambil memohon sesuatu kepada Allah SWT, melainkan Allah memberikan kepadanya apa yang dimohonkannya. Beliau berisyaraat dengan tangan beliau yang mengindikasikan sedikitnya waktu tersebut" (Shaiihul Bukhari, I/224)

Para ulama berbeda pendapat tetapi bisa dikatakan ada dua pendapat yang lebih benar sebagaimana yang jelaskan dalam hadist-hadist yang shahih (Zaadul Ma'aad, karya Ibnul Qayyim, I/389-394) yaitu:

Pertama, Waktu Mustajabah itu dimulai sejak duduknya imam (di mimbar) hingga berakhirnya shalat. para ulama yang memilih pendapat ini adalah Imam an Nawawi Rahimatullah. Sementara as-Suyuti Rahimatullah  memastikan bahwa waktu itu adalah ketika sedang dikumandangkan iqomat shalat.

Kedua, waktu mustajabah itu berada pada penghujung waktu setelah shalat Ashar. Diantara dalil-dalilnya adalah hadist yang diriwayatkan oleh sebagian penulis kitab Sunan, dari Jabiar bin Abdullah Rahimatullah dari Nabi SAW beliau bersabda " Hari jum'at terdiri dari dua belas jam, tidaklah dijumpai seorang hamba Muslim pada waktu itu yang sedang memohon sesuatu kepada Allah, melainkan Dia memberikan apa yang dimohonkannya. Maka carilah waktu itu pada penghujung setelah waktu shalat Ashar ( HR. Abu Dawud dalam kitab Sunan-nya)

(3) Siapapun yang melaksanakan shalat Jum'at dengan memperhatikan aturan-aturannya, maka dosanya antara Jum'at tersebut dengan Jum'at berikutnya akan diampuni. Dari Salman al-Farisi RA, ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda: "Tidaklah seorang laki-laki mandi pada hari jum'at, bersuci semampunya dan memakai minyak wangi atau menyentuh minyak wangi yang ada dirumahnya, kemudian ia keluar, ia tidak memisahkan diantara dua orang (Jamaah yang ada di masjid), setelah itu ia mengerjakan shalat sebanyak yang dia mampu, kemudian ia diam ketika imam sedang berkutbah, melainkan dosanya antara hari jum'at tersebut dengan Jum'at lainnya (berikutnya) akan diampuni (Shahiihul Bukhari I/213)

(4) Orang yang bergegas pergi ke masjid untuk mengerjakan shalat Jum'at akan memperoleh keutamaan yang besar. dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: " Barang siapa mandi pada hari jum'at seperti halnya mandi junub, lalu ia berangkat (diawal waktu), seakan-akan ia berkurban seekor unta yang gemuk. Barang siapa berangkat pada waktu kedua, seakan-akan ia berkurban seekor sapi. Barang siapa berangkat pada waktu ketiga, seakan-akan ia berkurban seekor domba bertanduk. Barang siapa berangkat pada waktu keempat, seakan-akan ia berkurban seekor ayam. Dan, barang siapa berangkat pada waktu kelima, seakan-akan ia berkurban sebutir telur. kemudian, ketika imam telah keluar, para malaikat pun hadir untuk mendengar khutbah. ( Shahiihul Bukhari I/213)

Seyogianya seorang Muslim memanfaatkan hari yang mulia dan diberkahi ini dengan melaksanakan ibadah-ibadah wajib dan sunnah tapi mengkhususkan berpuasa dihari jum'at adalah makruh

Sumber: Tabarruk MEMBURU BERKAH sepanjang Masa di Seluruh Dunia Menurut al-Qur-an dan as-Sunnah - PUSTAKA IMAM ASY-SYAFI'I




















Tidak ada komentar: