Minggu, 19 September 2010

Iman Kepada Kitab-Kitab Nya

Ahlus Sunnah wal Jama'ah mengimani dan beri'tiqad dengan i'tiqad yang bulatbahwa Allah SWT menurunkan kepada Rasul-Nya kitab-kitab; yang isinya perintah, larangan, janji, ancaman dan apa-apa yang dikehendaki Allah dari makhluk-Nya, serrta di dalam Kitab-Kitab terdapat hidayah dan cahaya.

Kitab-Kitab itu adalah al-Qur-an, Taurat, Injil, Zabur, dan Shuhuf, Ibrahim dan Musa. Yang paling agung dari kitab-kitab tersebbut adalah Taurat, Injil, dan al-qur'an. Sedangkan yang paling agung dan utama dari ketiga kitab itu dan sekaligus sebagai penghapusnya adalah al-Qur-an.

Al-Qur-anul Karim tertulis di Lauhul Mahfuzh, dihafalkan dalam dada, dibaca oleh Lisan, dan tertulis dalam lembaran-lembaran. Allah SWT berfirman: " Sebenarnya al-Qur-an itu adalah ayat-ayat yang nyata didalam dada orang-orang yang diberi ilmu.... (QS.Al-Ankabuut:49)

Al-Qur-anul Karim merupakan mukjizat yang paling besar dan kekal bagi Nabi Muhammad bin 'Abdullah SAW. Selain itu, al-qur-an adalah kitab samawi terakhir yang tidak dihapus atau diubah. Allah telah menjamin untuk memeliharanya dari segala bentuk penyelewengan, perubahan, penambahan, dan pengurangan sampai pada suatu hari Allah akan mengangkatnya, yaitu sebelum hari Kiamat.

Al-qur-anul Karim tidak turun sekaligus kepada Rasulullah SAW tetapi turun secara berangsur-angsur sesuai dengan kejadian atau sebagai jawaban dari pertanyaan ataupun sesuai dengan tuntutan keadaan; dalam kurun waktu 23 tahun.
Al-qur'an terdiri dari 114 surat, 86 surat diturunkan di Makkah dan 28 surat diturunkan di Madinah. Surat-surat yang diturunkan di Makkah (sebelum hijrah) dinamakan "Surat-surat Makkiyyah" sedangkan surat yang diturunkan di Madinah (sesudah hijrah) dinamakan "surat-surat "Madaniyyah" didalam al-qur-an terdapat 29 surat yang dibuka dengan huruf-huruf yang terputus.

Al-Qur-an sudah ditulis pada zaman Nabi SAW dibawah pengawasan langsung oleh beliau. Penulisan wahyu tersebut ditangani oleh orang-orang ahli dari para Sahabat pilihan.  Mereka menulis setiap kali ayat al-Qur-an turun atas perintah Nabi SAW, kemudian dikumpulkan pada zaman Abu Bakar dalam mush-haf, dan pada zaman Utsman RA disatukan dengan menggunakan satu macam huruf (satu dialek)

"Inilah adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran (QS.Shaad:29) 

 Ahlus Sunnah wal Jama'ah beribadah kepada Allah dengan membacanya karena bacaan setiap huruf terdapat satu kebajikan, seperti yang disabdakan Nabi SAW "Barang siapa membaca satu huruf dari al-Qur-an, maka baginya adalah satu kebaikan. Sedang satu kebaikan pahalanya sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan, bahwa Alif Laam Miim itu satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf. (Shahiih Sunan at-Tirmidzi oleh Syaikh al-albani)

Ahlus Sunnah wal Jama'ah tidak memperbolehkan penafsiran ayat-ayat al-Qur-an dengan pendapat (logika) semata karena hal itu termasuk mengatakan tentang Allah tanpa dasr ilmu, bahkan hal itu termasuk perbuatan syaitan. 

Hendaknya al-Qur-an ditafsirkan dengan al-Qur-an, lalu dengan as-Sunnah, lalu dengan ucapan para Sahabat, kemudian dengan ucapan para Tabi'in, dan kemudian dengan bahasa Arab, yakni al-Qur-an diturunkan ddengan bahasa tersebut.















Tidak ada komentar: