Kamis, 19 Agustus 2010

Konsekuensi Rasa Harap

Jika seseorang mengharapkan sesuatu, maka sebagai konsekuensinya harapan tersebut mengandung tiga perkara: (1) Rasa cinta terhadap apa yang diharapkan (2) kekhawatiran tidak mendapat apa yang diharapkan, (3) Usaha untuk memperoleh apa yang diharapkan sesuai kemampuan

Maka dari itu, harapan yang tidak disertai dengan salah satu dari ketiga syarat ini hanyalah akan menjadi angan-angan. Harapan dan angan-angan adalah dua hal yang berbeda. Setiap orang yang berharap adalah orang yang khawatir. Andaikan kekhawatiran tersebut menimpa orang yang sedang berjalan, tentulah ia akan mempercepat jalannya disebabkan takut kehilangan sesuatu. Dalam Jaami'ut Tirmidzi dari Abu Hurairah, ia mengatakan bahwa, Rasulullah SAW bersabda:"Barang siapa yang takut berjalan dimalam hari, sedangkan barang siapa yang berjalan dimalam hari pasti akan sampai ke tempat tinggalnya,Ingatlah, sesungguhnya barang dagangan Allah tersebut mahal. Ingatlah, sesungguhnya barang dagangan Allah SWT itu adalah surga (Jaami'ut Tirmidzi/2452)

Allah SWT menyifati orang yang bahagia dengan perbuatan baik yang disertai dengan rasa taku, sedangkan Dia menyifati orang yang sengsara dengan perbuatan buruj yang disertai dengan rasa aman.

Ali bin Abu Thalib Ra, Sahabat yang banyak menangis dan sangat takut kepada Allah, ia sangat takut terhadap dua perkara: Panjang angan angan dan mengikuti hawa nafsu. Beliau menjelaskan " Panjang angan-angan akan melalaikan akhirat, sedangkan mengikuti hawa nafsu akan mencegah dari kebenaran. Ingatlah, dunia telah berbalik pergi dan akhirat sedang datang menghadap. Masing-masing dari keduanya mempunyai anak. Maka jadilah anak-anak akhirat; jangan menjadi anak-anak dunia. Sesungguhnya hari ini adalah amal tanpa hisab dan besok adalah hisab tanpa amal.

Tamim ad-Dari Ra pernah membaca surat Al-Jaatsiyah pada suatu malam. Ketika sampai pada ayat:

"Apakah orang-oraang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriuman dan mengerjakan amal yang shalih...(QS.Al-Jaatsiyah:21)






Tidak ada komentar: