Kamis, 04 November 2010

IRI DENGKI

Seorang Muslim tidak mendengki, dengki bukan akhlaknya maupun sarana sifatnya, selagi ia mencintai kebaikan untuk masyarakat umum, dan lebih mengutamakannya dari-pada untuk pribadinya, sebab kedengkian menghilangkan dua akhlak yang mulia ini yaitu cinta kebaikan dan itsar (merndahulukan orang lain).

Seorang Muslim tidak suka akhlak iri dengki dan membencinya, karena iri adalah menentang pembagian Allah akan karuniaNya kepada para makhlukNya, Allah berfirman,"Ataukah mereka dengki kepada manusia (muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya" (An-Nisaa':54)

"Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu. Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat" (Az-Zuhruf:32)

DUA MACAM HASAD

PERTAMA :  Seseorang mengharapkan hilangnya nikmat harta, ilmu, kehormatan, kedudukan maupun lainnya dari orang lain agar pindah kepada dirinya.

KEDUA : Yang lebih jelek yaitu mengharapkan hilangnya nikmat pada orang lain, meskipun tidak pindah kepada dirinya dan ia tidak dapat bagian apapun.

Sedangkan al-ightibath bukan termasuk hasad (iri), karena ia hanya menginginkan memperoleh nikmat seperti kenikmatan orang lain, berupa ilmu, harta maupun kenyamanan lainnya tanpa menginginkan hilangnya nikmat tersebut dari orang lain, karena Rasulullah SAW bersabda : "Tidak boleh iri kecuali pada dua perkara : (1) Orang yang dianugerahi Allah harta kemudian dia membelanjakannya di jalan al-haq (mengalahkan perasaan kikirnya) dan (2) Orang yang diberi hikmah oleh Allah kemudian dia mengamalkannya dan mengajarkannya" (HR.al-Bukhari 73)

Celaan Allah SWT terhadap akhlak yang tercela ini menentukan hukum haramnya dan larangan-Nya dari berbuat demikian.Rasulullah SAW bersabda :"Janganlah kalian saling membenci, dan jangan saling iri, saling bermusuhan, saling memutuskan hubungan, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara, maka tidak halal bagi seorang Muslim untuk menjauhi saudaranya, lebih dari tiga hari (HR.Bukhari 6065) dan  (Muslim 2559)

"Jauhilah olehmu hasad/iri/dengki, karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar, atau rumput kering (HR.Abu Daud 4903)

Seorang muslim pasti selalu dilintasi perasaan hasad oleh karena itu jika melihat sesuatu yang menakjubkan maka dia mengatakan "Masya Allah" (segala sesuatu atas kehendak Allah, "la quwwata illa billah" (tiada kekuatan kecuali dari Allah) dengan cara ini insya allah iri-dengki tidak berpengaruh padanya dan selamatlah dia.















Tidak ada komentar: